Artikel

Kekerasan terhadap perempuan meluas

Satu dari tiga perempuan di dunia mengalami kekerasan atau pelecehan seksual, demikian menurut laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Kepala WHO Margaret Chan mengatakan kekerasan terhadap perempuan adalah “masalah kesehatan global yang sudah menjadi epidemi”.

Penelitian ini menyerukan agar sikap toleran terhadap kasus kekerasan perempuan dihentikan.

Pedoman baru harus diadopsi oleh pejabat kesehatan di seluruh dunia untuk mencegah pelecehan dan menawarkan perlindungan yang lebih baik kepada para korban.

Laporan -yang dirilis WHO, London School of Hygiene and Tropical Medicine (LSHTM), serta South African Medical Research Council (SAMRC)- menjadi laporan sistematis pertama secara global yang merinci dampak pelecehan terhadap fisik dan mental perempuan.

Beberapa data yang ditemukan antara lain:

  • kekerasan yang dilakukan pasangan merupakan kasus pelecehan yang paling umum terjadi, mempengaruhi 30% perempuan di dunia.
  • 38% pembunuhan perempuan, dilakukan oleh pasangannya.
  • korban serangan seksual dan kekerasan (yang dilakukan bukan oleh pasangan) akan mengalami depresi dan kegelisahan 2,6 kali lebih besar dibandingkan dengan perempuan yang tidak mengalami kekerasan.
  • korban pelecehan (dengan pelaku pasangan sendiri) mengalami depresi dan kegelisahan dua kali lebih besar.
  • korban cenderung memiliki masalah dengan alkohol, aborsi, dan penyakit yang dibawa dalam hubungan seksual, dan HIV.
Comments Off on Kekerasan terhadap perempuan meluas